Minggu, 31 Mei 2015

Review Pasar Modal (Investasi dan Saham)

TUGAS SOFTSKILL PEREKONOMIAN INSONESIA
REVIEW PASAR MODAL (INVESTASI DAN SAHAM)
AKUNTANSI 2015
KELAS 1EB02








Nama :

·         Iqbal Rabbani              NPM : 25214410





PASAR MODAL
Pasar modal (capital market) merupakan pasar untuk berbagai instrumen keuangan jangka panjang yang bisa diperjualbelikan, baik surat utang (obligasi), ekuiti (saham), reksa dana, instrumen derivatif maupun instrumen lainnya.
Ini merupakan sarana pendanaan bagi perusahaan maupun institusi lain (misalnya pemerintah), dan sebagai sarana bagi kegiatan berinvestasi. Dengan demikian, ia memfasilitasi berbagai sarana dan prasarana kegiatan jual beli dan kegiatan terkait lainnya.
Instrumen keuangan yang diperdagangkan di pasar modal merupakan instrumen jangka panjang (jangka waktu lebih dari 1 tahun) seperti saham, obligasi, waran, right, reksa dana, dan berbagai instrumen derivatif seperti option, futures, dan lain-lain.
Di Indonesia, terdiri atas lembaga-lembaga sebagai berikut:
- Badan Pengawas Pasar Modal
- Bursa efek
Perusahaan efek
- Lembaga Kliring dan Penjaminan, saat ini dilakukan oleh PT. Kliring Penjaminan Efek Indonesia (PT. KPEI)
- Lembaga Penyimpanan dan Penyelesaian, saat ini dilakukan oleh PT. Kustodian Sentral Efek Indonesia (PT. KSEI)
Pasar Modal memiliki peran penting bagi perekonomian suatu negara karena menjalankan dua fungsi, yaitu:
a.       Sebagai sarana bagi pendanaan usaha atau sebagai sarana bagi perusahaan untuk mendapatkan dana dari masyarakat pemodal (investor). Dana yang diperoleh dari pasar modal dapat digunakan untuk pengembangan usaha, ekspansi, penambahan modal kerja dan lain-lain
b.      Menjadi sarana bagi masyarakat untuk berinvestasi pada instrument keuangan seperti saham, obligasi, reksa dana, dan lain-lain. Dengan demikian, masyarakat dapat menempatkan dana yang dimilikinya sesuai dengan karakteristik keuntungan dan risiko masing-masinginstrument.
Mesti demikian, kita sering mendengarIndeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup melemah di level rendah. Hampir setiap saat kita membaca surat kabar, melihat berita televisi tak lepas dari bagian yang sangat penting dalam kehidupan kita sehari-hari, terutama yang selalu menayangkan perkembangan pasar modal(terutama IHSG).
Akhir-akhir ini, pasar modal menjadi isu penting dalam perjalanan ekonomikita. Kita dapat melihat negara China, hampir sebagian besar penduduknya ikut terlibat dalanm perdagangan saham, bahkan para petani di sana ikut jual beli saham. Akan tetapi, ditengah hiruk pikuknya pemberitaan, banyak masyarakat kita yang belum tahu tentang hal tersebut.
Mempunyai banyak fungsi, secara makro ekonomi sebagai sarana pemerataan pendapatan. Masyarakat dapat menikmati keuntungan dari perusahaan walaupun mereka bukan pendiri atau pengelola, yaitu dengan membeli saham perusahaan tersebut. Sehingga keuntungan perusahaan dapat dinikmati masyarakat umum dengan bantuan pasar modal.
Bagi perusahaan, pasar modal juga memberikan keuntungan besar, yaitu untuk mengembangkan usahanya (ekspansi) dengan menggunakan dana dari hasil penjualan saham di pasar ini tanpa harus hutang ke Bank yang bunganya cukup besar, dengan syarat yang rumit. Pasar ini juga sebagai Leading Indicatorperekonomian suatu negara, jika kondisinya baik atau berkembang, maka ekonomi suatu negara tersebut juga akan baik (tidak berlaku mutlak).

SAHAM
Pengertian Saham
Saham (Stock) adalah tanda pernyertaan modal seseorang atau pihak (badan usaha)dalam suatu perusahaan atau perseroan terbatas. saham merupakan salah satuinstrumen pasar keuangan yang paling populer.

Jenis Saham
·         Saham Biasa (Common Stock)
·         Saham Preferen (Preferred Stock)
Keuntungan Memiliki Saham
1.      Deviden
Deviden merupakan pembagian keuntungan yang di berikan perusahaandan berasal dari keuntungan perusahaan.
2.      Capital Gain
Capital Gain merupakan selilisih antara harga beli dan harga jual. Capital gain terbentuk dengan adanya aktivitas perdagangan di pasar sekunder.
Resiko investasi saham
1.      Capital Loss
Capital loss merupakan kerugian selisih antara harga jual dan harga beli. harga jual lebih rendah dari pada harga beli
2.      Risiko Likuidasi
Perusahaan yang sahamnya di miliki, dinyatakan bangkrut oleh pengadilan , atau perusahaan tersebuat di likuidasi. pemilik saham mendapat prioritas terakhir dalam mengklaim modalnya setelah kewajiban perusahaan terpenuhi.
Tempat Perdagangan
Tempat perdagangan Saham di Indonesia adalah Bursa Efek Indonesia (Indoesia Stock Exchange)

INVESTASI
Investasi adalah suatu istilah dengan beberapa pengertian yang berhubungan dengan keuangan dan ekonomi. Istilah tersebut berkaitan dengan akumulasi suatu bentuk aktiva dengan suatu harapan mendapatkan keuntungan dimasa depan. Terkadang, investasi disebut juga sebagai penanaman modal. Berdasarkan teori ekonomi investasi berarti pembelian (dan produksi) dari modal barang yang tidak dikonsumsi tetapi digunakan untuk produksi yang akan datang.
REVIEW
“REAKSI PASAR MODAL INDONESIA TERHADAP PENGUMUMAN PENERBITAN OBLIGASI SYARIAH”
Jurnal “Reaksi Pasar Modal IndonesiaTerhadap Pengumuman Penerbitan Obligasi Syariah” ditulis oleh Nunung Ghoniyah, Mutamimah, Jenar Widayati (Fakultas Ekonomi Universitas Islam Sultan Agung (UNISSULA) Semarang ) yang di terbitkan oleh SNA 2011.

Latar Belakang Teori dan Tujuan Masalah
Penelitian ini merupakan penelitian penjelasan (explanatory research) yang akan membuktikan pengaruh atas variabel bebas yaitu pengumuman  penerbitan obligasi syariah terhadap dependent variable yaitu  pasar modal indonesia.
Penelitian ini menganggap bahwa terdapat  reaksi pasar  modal indonesia saat diumumkannya obligasi syariah.
Tujuan penelitian  ini adalah untuk membuktikan:
  1. Terjadinya abnormal return yang positif  dan signifikan atas pengumuman  penerbitan obligasi syariah
  2. Terjadinya perubahan trading volume activity saham yang positif dan signifikan atas pengumuman penerbitan obligasi syariah
  3. Terdapat perbedaan yang signifikan abnormal return sebelum dan sesudah pengumuman penerbitan obligaasi syariah
  4. Terdapat perbedaan yang signifikan trading volume activity  sebelum dan sesudah pengumuman penerbitan obligaasi syariah

Metode
Subjek daripenelitianini adalah 9 emiten dari 17 perusahaan yang menerbirbitkan obligasi syariah per 30 november 2006. Pengumpulan data dengan menggunakan metode purposive sampling. Jenis penelitian yang digunakan adalah event study dengan periode pengamatan selama 21 hari disekitar tanggal pengumuman, yaitu 10 hari sebelum tanggal pengumuman, 1 hari saat pengumuman, dan 10 hari setelah tanggal pengumuman.
Hasil dan Pembahasan
Terjadinya abnormal return yang positif  dan signifikan atas pengumuman penerbitan obligasi syariah
Hasil penelitian ini membuktikan bahwa terjadi  abnormal return yang positif  tapi tidak signifikan atas pengumuman penerbitan obligasi syariah  yang artinya hipotesis dari penelitian ini tidak dapat didukung. Terdapat indikasi bahwa pengumuman penerbitan obligasi syariah kurang memberikan kandungan informasi yang bermakna bagi investor, karena investor masih cenderung melakukan strategi wait and see akibat dari pasar modal yang belum efisien. Strategi ini dilakukan karena masih terdapat informasi yang tidak jelas mengenai prospek perusahaan di masa depan sesudah penerbitan obligasi syariah.
Terjadinya  perubahan trading volume activity saham yang positif dan signifikan atas pengumuman penerbitan obligasi syariah.
Hasil penelitian ini membuktikan bahwa terdapat trading volume activity saham yang positif dan signifikan atas pengumuman penerbitan obligasi syariah. adanya kepercayaan para investor yang menganggap bahwa penerbitan obligasi syariah menjalankan prinsip – prinsip syar’i sehingga keamanan lebih terjamin untuk bertransaksi. Hal ini mampu membuktikan bahwa pengumuman obligasi syariah memiliki kandungan informasi, sehingga menyebabkan adanya perubahan yang signifikan atas aktivitas volume perdagangan saham
Terdapatnya  perbedaan yang signifikan abnormal return sebelum dan sesudah pengumuman penerbitan obligaasi syariah
Hasil penelitian ini membuktikan bahwa terdapat perbedaan antara abnormal return sebelum dan sesudah pengumuman penerbitan obligasi syariah, tetapi tidak signifikan yang artinya hipotesis dari penelitian ini tidak dapat didukung. Bahwa hasil menunjukkan bahwa penelitian ini tidak menemukan adanya perbedaan tingkat kemakmuran  investor pada periode pengamatan, baik sebelum  maupun sesudah pengumuman penerbitan obligasi syariah dimana kondisi tersebut kemungkinan karena obligasi syari’ah pada saat sekarang ini kurang disosialisasikan secara tepat, sehingga masyarakat tidak mengetahui keunggulan-keunggulan yang sebenarnya dari obligasi syari’ah
Terdapat perbedaan yang signifikan trading volume activity  sebelum dan sesudah pengumuman penerbitan obligaasi syariah
Hasil penelitian ini membuktikan bahwa tidak terdapat perbedaan yang signifikan antara trading volume activity sebelum  maupun sesudah pengumuman penerbitan  obligasi syari’ah, yang artinya penelitian ini tidak dapat didukung. Trading volume activity sesudah penerbitan obligasi syariah akan lebih besar apabila penerbitan tersebut memberikan nilai tambah (kemakmuran), keamanan secara syar’i bagi investor.
Critical review
Secara keseluruhan,jurnal ini sudah cukup lengkap dan memenuhi standar kepenulisan. Namun ada yang perlu di critical review penulis kurang memberikan teori yang cukup mendukung pada hipotesa.hipotesa ditulis hanyaberdasarkan penelitian terdahulu. Peneliti juga tidak menjelaskan analisa yang digunakan dalam penelitian tersebut.
Kesimpulan
Berdasarkan hasil pengujian baik dengan indikator abnormal return maupun trading volume activity, secara umum disimpulkan bahwa pasar bereaksi tetapi tidak signifikan terhadap pengumuman penerbitan obligasi syariah. Hasil pengujian dari penelitian ini, hanya hipotesa I yang mendukung atas penelitian ini.



Sumber:

·         http://junianslive.blogspot.com/2015/04/pengertian-saham.html
·         https://ratnajea.wordpress.com/2013/04/11/investasi-dan-pasar-modal/
·         https://senyummu13.wordpress.com/2012/03/23/review-atas-jurnal-reaksi-pasar-modal-indonesia-terhadap-pengumuman-penerbitan-obligasi-syariah/

Senin, 04 Mei 2015

Bedah Jurnal




TUGAS SOFTSKILL PEREKONOMIAN INDONESIA
BEDAH JURNAL METODE VALUE AT RISK (VAR)
AKUNTANSI 2015
KELAS 1EB02














Nama :

·         Iqbal Rabbani              NPM : 25214410



Bedah Jurnal

Judul

Pengukuran Value at Risk pada Aset Perusahaan dengan Metode Simulasi Monte Carlo

Penulis

Leony P. Tupan, Tohap Manurung, Jantje D. Prang

Tujuan Penelitian

Untuk mengukur Value at Risk pada aset perusahaan PT. Indo Tambangraya Megah Tbk (ITMG), PT. Bank Mandiri (Persero) Tbk (BMRI), dan PT. Astra International Tbk (ASII) serta portofolio yang dibentuk oleh ketiga aset tersebut dengan menggunakan metode simulasi Monte Carlo.

Variable

Variabel yang digunakan adalah return yang diperoleh dari perhitungan harga penutupan (closing price) saham harian ITMG, BMRI, dan ASII selama satu tahun perdagangan (246 hari bisnis).

Alat Analisis

Data yang digunakan untuk penelitian ini adalah data sekunder, yaitu data harga penutupan (closing price) saham harian PT. Indo Tambangraya Megah Tbk (ITMG), PT. Bank Mandiri (Persero) Tbk (BMRI), dan PT. Astra International Tbk (ASII) selama satu tahun perdagangan, mulai 1 Januari 2011 sampai 31 Desember 2011 yang telah dipublikasikan di Bursa Efek Indonesia (BEI) dan dapat diperoleh melalui home page www.yahoofinance.com.

Hasil Penelitian

Dari hasil dan pembahasan, dapat diambil kesimpulan sebagai berikut:

a.       Jika investor menginvestasikan dananya sebesar Rp 100.000.000,00 pada aset tunggal dengan tingkat kepercayaan 95%, maka nilai risiko dari aset ITMG sebesar Rp 4.103.963,33. VaR terendah dari ketiga aset tersebut adalah VaR aset PT. Astra International Tbk (ASII) yaitu sebesar Rp 3.353.913,33. Sedangkan VaR aset PT. Bank Mandiri (Persero) Tbk (BMRI) adalah sebesar Rp 4.060.096,67.

b.      VaR portofolio lebih rendah dari VaR masing-masing aset pembentuk portofolio tersebut. VaR Portofolio 1 yang dibentuk oleh aset ITMG dan BMRI adalah Rp 3.726.543,33. VaR Portofolio 2 yang dibentuk oleh aset ITMG dan ASII adalah Rp 3.233.133,33. VaR Portofolio 3 yang dibentuk oleh aset BMRI dan ASII adalah Rp 3.278.933,33. VaR Portofolio 4 yang dibentuk oleh aset ITMG, BMRI, dan ASII adalah Rp 3.218.906,67. Nilai VaR portofolio yang lebih rendah dari aset pembentuk portofolio tersebut disebabkan karena adanya efek diversifikasi.


Minggu, 22 Maret 2015

Perekonomian Indonesia

Kenapa Nilai Rupiah Melemah dan Dollar Memuncak?

Liputan6.com, Jakarta - Rupiah memimpin penurunan mata uang di Asia dan mencapai pelemahan terparah dalam 16 tahun terakhir setelah Bank Indonesia memberikan sinyal bahwa rupiah baik-baik saja. Alhasil, keperkasaan dolar Amerika Serikat (AS) terus menghantam rupiah hingga ke atas level US$ 13.200 per dolar AS.

Data valuta asing Bloomberg, Kamis (12/3/2015) mencatat nilai tukar rupiah melemah 0,16 persen ke level 13.213 per dolar AS pada perdagangan pukul 10:01 waktu Jakarta. Sebelumnya, nilai tukar rupiah sempat dibuka menguat di level 13.174 per dolar AS dibanding pada pembukaan sehari sebelumnya. Kini nilai tukar rupiah masih berfluktuasi melemah di level 13.134 per dolar AS hingga 13.214 per dolar AS.
Sementara kurs referensi Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (JISDOR) menunjukkan, nilai tukar rupiah melemah ke level 13.176 per dolar AS. Pelemahan hari ini melanjutkan pelemahan dari perdagangan sebelumnya di level 13.164 per dolar AS.

KURS MATA UANG USD 20 Mar 2015


20 Mar 2015, Fri
Kurs Jual: 13265.00     Kurs Beli: 12965.00     Kurs Tengah: 13115.00
USD menguat 80.00 point dibandingkan kemarin(19 Mar 2015) 

Melemahnya rupiah ini berlangsung sejak awal 2012 lalu, jadi sudah hamper 2 tahun. Ekonomi pasar uang Farial Anwar mengatakan, “saya sangat prihatin dengan kondisi nilai tukar rupiah saat ini. Sebenarnya ini terjadi anomali disaat perekonomian Indonesia positif, namun rupiah malah melemah.”.

Berbagai analisis beredar tentang penyebab rupiah yang melemah dan dolar naik terus. Salah satu yang menjadi penyebab utama adalah pemerintah dollar AS yang sangat tinggi di pasar. Factor lain yang menjadikan rupiah melemah adalah neraca perdagangan yang terus deficit karena salah satunya dipengaruhi oleh impor migas besar dan harga minyak mentah yang terus naik.

Ternyata bukan Indonesia saja yang mengalami penurunan nilai mata uang, beberapa Negara di asia seperti Thailand bahkan menyatakan dalam situasi kritis.

Sebagai warga Negara kita hanya bisa bekerja yang baik dan berdoa supaya bisa segera keluar dari situasi ini. Itulah jawaban dari pertanyaan kenapa rupiah melemah dan dollar naik terus.













Sumber :

Minggu, 23 November 2014

Merintis Usaha Baru dan Model Pengembangannya


 Merintis Usaha Baru dan Model Pengembangannya
Cara Untuk Memasuki Dunia Usaha
Ada tiga cara yang dapat dilakukan untuk memulai suatu usaha atau memasuki dunia usaha:
• Merintis usaha baru (starting)
1. Perusahaan milik sendiri (sole proprietorship), bentuk usaha yang dimiliki dan dikelola sendiri oleh seseorang.
2. Persekutuan (partnership), suatu kerjasama (aosiasi) dua orang atau lebih yang secara bersama-sama menjalankan usaha bersama.
3. Perusahaan berbadan hukum (corporation), perusahaan yang didirikan atas dasar badan hukum dengan modal saham-saham.
• Dengan membeli perusahaan orang lain (buying)
• Kerjasama manajemen (franchising)

Merintis Usaha Baru
Wirausaha adalah seseorang yang mengorganisir, mengelola, dan memiliki keberanian menghadapi resiko.
Sebagai pengelola dan pemilik usaha (business owner manager) atau pelaksana usaha kecil (small business operator), ia harus memiliki:
• Kecakapan untuk bekerja
• Kemampuan mengorganisir
• Kreatif
• Lebih menyukai tantangan

Menurut hasil survei Peggy Lambing:
• Sekitar 43% responden (wirausaha) mendapatkan ide bisnis dari pengalaman yang diperoleh ketika bekerja di beberapa perusahaan atau tempat-tempat profesional lainnya.
• Sebanyak 15% responden telah mencoba dan mereka merasa mampu mengerjakannya dengan lebih baik.
• Sebanyak 11% dari wirausaha yang disurvei memulai usaha untuk memenuhi peluang pasar, sedangkan 46% lagi karena hobi.

Menurut Lambing ada dua pendekatan utama yang digunakan wirausaha untuk mencari peluang dengan mendirikan usaha baru:
• Pendekatan ”in-side out” atau ”idea generation” yaitu pendekatan berdasarkan gagasan sebagai kunci yang menentukan keberhasilan usaha.
• Pendekatan ”the out-side in” atau “opportunity recognition” yaitu pendekatan yang menekankan pada basis ide merespon kebutuhan pasar sebagai kunci keberhasilan.

Berdasarkan pendekatan ”in-side out”, untuk memulai usaha, seseorang calon wirausaha harus memiliki kompetensi usaha. Menurut Norman Scarborough, kompetensi usaha yang diperlukan meliputi:
• Kemampuan teknik
• Kemampuan pemasaran
• Kemampuan finansial
• Kemampuan hubungan

Dalam merintis usaha baru, ada beberapa hal yang harus diperhatikan:
• Bidang dan jenis usaha yang dimasuki.
Beberapa bidang usaha yang bisa dimasuki, diantaranya:
1. Bidang usaha pertanian (pertanian, kehutanan, perikanan, dan perkebunan).
2. Bidang usaha pertambangan (galian pasir, galian tanah, batu, dan bata).
3. Bidang usaha pabrikasi (industri perakitan, sintesis).
4. Bidang usaha konstruksi (konstruksi bangunan, jembatan, pengairan, jalan raya).
5. Bidang usaha perdangan (retailer, grosir, agen, dan ekspor-impor).
6. Bidang jasa keuangan (perbankan, asuransi, dan koperasi).
7. Bidang jasa perseorangan (potong rambut, salon, laundry, dan catering).
8. Bidang usaha jasa-jasa umum (pengangkutan, pergudangan, wartel, dan distribusi).
9. Bidang usaha jasa wisata (usaha jasa parawisata, pengusahaan objek dan daya tarik wisata dan usaha sarana wisata).
• Bentuk usaha dan kepemilikan yang akan dipilih.
Ada beberapa kepemilikan usaha yang dapat dipilih, diantaranya perusahaan perseorangan, persekutuan (dua macam anggota sekutu umum dan sekutu terbatas), perseroan, dan firma.
• Tempat usaha yang akan dipilih.
Dalam menentukan tempat usaha ada beberapa hal yang perlu dipertimbangkan, diantaranya:
􀂃 Apakah tempat usaha tersebut mudah dijangkau oleh konsumen atau pelanggan maupun pasar?
􀂃 Apakah tempat usaha dekat dengan sumber tenaga kerja?
􀂃 Apakah dekat ke akses bahan baku dan bahan penolong lainnya seperti alat pengangkut dan jalan raya
• Organisasi usaha yang akan digunakan.
• Kompleksitas organisasi usaha tergantung pada lingkup atau cakupan usaha dan skala usaha. Fungsi kewirausahaan dasarnya adalah kreativitas dan inovasi, sedangkan manajerial dasarnya adalah fungsi-fungsi manajemen. Semakin kecil perusahaan maka semakin besar fungsi kewirausahaan, tetapi semakin kecil fungsi manajerial yang dimilikinya.


• Lingkungan usaha
Lingkungan usaha dapat menjadi pendorong maupun penghambat jalannya perusahaan. Lingkungan yang dapat mempengaruhi jalannya usaha/perusahaan adalah lingkungan mikro dan lingkungan makro.
Lingkungan mikro adalah lingkungan yang ada kaitan langsung dengan operasional perusahaan, seperti pemasok, karyawan, pemegang saham, majikan, manajer, direksi, distributor, pelanggan/konsumen, dan lainnya.
Lingkungan makro adalah lingkungan diluar perusahaan yang dapat mempengaruhi daya hidup perusahaan secara keseluruhan, meliputi lingkungan ekonomi, lingkungan teknologi, lingkungan sosial, lingkungan sosiopolitik, lingkungan demografi dan gaya hidup.

Membeli Perusahaan yang sudah didirikan
Banyak alasan mengapa seseorang memilih membeli perusahaan yang sudah ada daripada mendirikan atau merintis usaha baru, antara lain:
• Resiko lebih rendah
• Lebih mudah
• Memiliki peluang untuk membeli dengan harga yang dapat ditawar

Membeli perusahaan yang sudah adaa juga mengandung permasalahan, yaitu:
• Masalah eksternal, yaitu lingkungan misalnya banyaknya pesaing dan ukuran peluang pasar
• Masalah internal, yaitu masalah-masalah yang ada dalam perusahaan, misalnya image atau reputasi perusahaan.

Franchising (Kerjasama Manajemen/Waralaba)
Franchising adalah kerjasama manajemen untuk menjalankan perusahaan cabang/penyalur. Inti dari Franchising adalah memberi hak monopoli untuk menyelenggarakan usaha dari perusahaan induk.

Franchisor adalah (perusahaan induk) adalah perusahaan yang memberi lisensi, sedangkan franchise adalah perusahaan pemberi lisensi (penyalur atau dealer). Bentuk
Kelebihan
Kekurangan
Merintis usaha

• Gagasan Murni
• Bebas beroperasi
• Fleksibel dan mudah penggunaan


• Pengakuan nama barang
• Fasilitas inefisien
• Persaingan kurang diketahui

Membeli perusahaan

• Kemungkinan sukses
• Lokasi sudah cocok
• Karyawan dan pemasok biasanya sudah mantap
• Sudah siap operasi


• Perusahaan yang dijual biasanya lemah
• Peralatan tak efisien
• Mahal
• Sulit inovasi

Kerja sama manajemen

• Mendapat pengalaman dalam


• Tidak mandiri
• Kreativitas tidak






https://muhammadghazali.wordpress.com/tag/artikel-kewirausahaan/

Kewirausahaan

Pendapat mengenai Kewirausahaan.

Apa pendapatmu mengenai Kewirausahaan?

Kesuksesan yang paling besar adalah meniru cara orang-orang yang sukses menangani situasi tertentu. Ide-ide yang digunakan dapat membuat anda menjadi lebih baik apabila anda memulainya lebih dahulu daripada orang lain.
Wirausaha adalah seseorang atau sekelompok orang yang mengorganisir faktor-faktor produksi, alam, tenaga kerja, modal, dan skill untuk tujuan berproduksi. Kewirausahaan menjadi persoalan penting dalam perekonomian suatu bangsa yang sedang membangun atau berkembang. Kemajuan atau kemunduran ekonomi suatu bangsa ditentukan oleh keberadaan dan peranan dari kelompok entrepreneur ini. Melalui kewirausahaan akan memunculkan banyak manfaat pada masyarakat. Manfaatnya yaitu :

  • Menciptakan kesejahteraan bagi orang yang menemukan cara-cara baru untuk menggunakan resources
  • Mengurangi pengangguran.
  • Menjadi pribadi unggul yang patut diteladani, karena sebagai seorang wirausaha yang terpuji, jujur, berani, hidup tidak merugikan orang lain.
  • Hidup tidak berfoya-foya dan tidak boros.
  • Memberi contoh bagaimana bekerja keras, tetapi tidak melupakan perintah-perintah agama, dekat dengan Tuhan.
 Sikap !

  1. Disiplin
  2. Komitmen Tinggi
  3. Pengertian Komitmen Tinggi
Seorang wirausaha harus memiliki kemampuan memahami bisnis dengan baik, sehingga mereka mampu membuat komitmen yang lebih tinggi dari orang lain. Kemampuan pikiran dan kerja keras akan bermanfaat jika dapat memanfaatkan waktu yang tepat untuk meraih tujuan.
  1. Jujur
Wirausaha akan sangat berarti apabila disertai dengan sikap keterbukaan menerima saran dan kritik yang mengarah kepada perbaikan, karena perbaikan dan saran akan membangun atau menghasilkan kemajuan.
  1. Kreatif dan Inovatif
  2. Mandiri
  3. Realistis

Senin, 27 Oktober 2014

Seputar AFTA

Apa itu AFTA (ASEAN Free Trade Area) 2015 ?

Sebelum masuk ke dalam ‘apa itu AFTA’ atau dalam istilah Indonesia disebut sebagai Perdagangan Bebas ASEAN, marilah kita merunut terlebih dahulu tentang bagaimana latar belakang terbentuknya AFTA itu sendiri.
Pergeseran sistem ekonomi internasional menimbulkan dampak besar bagi dinamika hubungan perdagangan antar negara. Sistem ekonomi internasional bergeser ke arah pasar bebas. Akibatnya, negara-negara dituntut untuk dapat mengintegrasikan ekonomi nasionalnya menuju sistem perdagangan bebas. Untuk menghadapi hal ini, pada tahun 1992, ASEAN yang saat itu beranggotakan Brunei Darussalam, Indonesia, Malaysia, Filipina, Singapura dan Thailand membuatAFTA agreement (dan disetujui dalam KTT ASEAN 28 Januari 1992 di Singapura).
Pada saat itu, Kepala Negara sepakat mengumumkan suatu kawasan perdagangan bebas di ASEAN dalam jangka waktu 15 tahun. Inti pokoknya adalah kerjasama antar Negara-Negara ASEAN dalam membentuk kawasan bebas perdagangan dalam rangka meningkatkan daya saing ekonomi kawasan regional ASEAN. Ini adalah AFTA secara sederhananya.

Tujuan dari AFTA adalah sebagai berikut :

1.       Menjadikan kawasan ASEAN sebagai tempat produksi yang kompetitif sehingga produk ASEAN memiliki daya saing kuat di pasar global.
2.       Menarik lebih banyak Foreign Direct Investment (FDI)
3.       Meningkatkan perdagangan antar negara anggota ASEAN (Intra-ASEAN Trade).
Dalam perkembangannya anggota ASEAN lain masuk secara bertahap, seperti Vietnam (1995), Laos dan Myanmar (1997) dan Kamboja (1999). Namun ada beberapa negara yang juga ikut dengan menandatangani perjanjian bilateral, seperti China, Jepang, Korea Selatan, India, Australia dan Selandia Baru.
Berdasarkan kesepakatan Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) ASEAN terakhir di Phnom Penh. Pada bulan Desember 2015, AFTA akan mulai diberlakukan. Hanya akan ada satu pasar dan basis produksi dengan lima elemen utama, yaitu aliran bebas barang, bebas jasa, bebas investasi, aliran modal dan aliran bebas tenaga kerja terampil.

Apa keuntungan yang didapat oleh Indonesia sendiri ?

Keuntungan AFTA yang dapat diperoleh bagi Indonesia adalah sebagai berikut :
1.       Peluang pemasaran barang ke ASEAN akan jauh lebih besar dan akan meningkatkan pendapatan penduduk Indonesia.
2.       Biaya produksi akan lebih murah dan Indonesia akan mendapatkan keuntungan yang besar karena rata-rata produknya adalah impor.
3.       Pilihan pembeli akan menjadi lebih variatif.
4.       Kerjasama dalam menjalankan bisnis semakin terbuka dengan beraliansi dengan pelaku bisnis di negara anggota ASEAN.


Banyak yang mengatakan bahwa AFTA tidak menguntungkan Indonesia ?

Di sini, saya mengambil ucapan Dr. Ichsanuddin Noorsy bahwa AFTA tidak menguntungkan Indonesia. AFTA hanya menguntungkan bagi negara-negara seperti Singapura, Malaysia dan Thailand. Hal ini mengacu pada lima indikator :
1.       Indikator persaingan. Mengambil Global Competitive Report 2011 – 2012, Indonesia berada di peringkat 44 – masih berada di bawa negara-negara ekonomi utama ASEAN, seperti Thailand (38), Malaysia (26), dan Singapura (3).
2.       Indikator SDM. Mengambil Human Development Index 2011 yang dikeluarkan UNDP menyebutkan, Indonesia berada di urutan 124 dari 187 negara yang dinilai (setingkat Honduras, Kiribati dan Afrika Selatan).
3.       Indikator Performa. Mengambil Logistic Performance Index.
4.       Indikator Teknologi : Tinggi, Menengah dan Bawah.
5.       Indikator perbandingan rata-rata sistem politik, sistem pemerintahan dengan PDB dan struktur di dalamnya.
Intinya dari lima indikator di atas, Indonesia kalah dengan tiga negara : Singapura, Malaysia dan Thailand. Selain itu, Pemerintah dianggap masih belum bisa memberikan perlindungan secara merata sehingga belum siap menghadapi AFTA 2015.
Mari kita ambil contoh di aspek infrastruktur yang berkaitan dengan bidang konstruksi. Dengan adanya AFTA 2015, diharapkan adanya peningkatan pembangunan infrastruktur di Indonesia, terutama di daerah tertinggal karena investasi akan datang lebih banyak (swasta). Akan tetapi pembangunan infrastruktur membutuhkan tenaga ahli yang lebih banyak pula. Dikhawatirkan, tenaga ahli yang dimiliki akan kalah bersaing dengan tenaga ahli dari luar atau tenaga ahli dalam negeri akan dibeli oleh negara luar. Kita akan jadi “kacung’ di negeri sendiri.


Agaknya itu ketakutan yang berlebihan..

Mungkin ada contoh lain yang lebih nyata sekarang ini. Misal dalam investasi, besarnya beban biaya logistik dan rumitnya birokrasi dianggap sebagai persoalan yang memberatkan investor. Tahun 2012, Asia Business Outlook the Economist Coprporate Network mengatakan bahwa Indonesia masih kurang luwes terhadap para investor. Besarnya beban biaya logistik dan pelayanan birokrasi menjadi penyebab utamanya. Waktu proses ekspor di Indonesia rata-rata adalah 17 hari, sementara ASEAN rata-rata 14 hari.
Indonesia mempunyai potensi sebagai pasar export yang besar : bahan baku mudah didapat (besi, nikel, dan alumunium), tanah masih relatif murah, mesin, sukucadang, bahan baku serta teknologi mudah didapat. Namun birokrasi mempersulit perijinan : untuk ijin bangun pabrik perlu minimal tiga bulan melalui lima intansi dengan tujuh perijinan yang kadang berbelit dan biaya cukup mahal. Singapura hanya perlu waktu 3-4 hari, melalui satu instansi dan biaya seperempat dari Indonesia, begitupun dengan Malaysia, Vietnam, Thailand, Kamboja dan China.
Tanda lain yang mungkin terlihat adalah banyak pengusaha jasa konstruksi di Bali yang beralih ke sektor jasa lainnya. Hal ini tak lepas dari semakin banyaknya proyek-proyek besar di bidang infrastruktur yang masuk ke Bali, sehingga mereka yang tidak mampu berkompetisi akhirnya tersingkir. Seiring regulasi dan iklim investasi baru, dimana arus investasi tidak terbendung sehingga tidak lagi bisa membatasi pengerjaan proyek di Kabupaten dan Provinsi : Tidak ada pembatasan pangsa pasar untuk skala kecil di Kabupaten, menengah di tingkat Provinsi dan besar di tingkat Pusat. Pengusaha lokal jauh dari sisi kualitas dalam berkompetensi di pasar.
Ingat, AFTA 2015 bukan hanya mencakup anggota-anggota ASEAN saja, melainkan negara-negara yang telah menandatangani perjanjian bilateral seperti China, Jepang, Korea Selatan, India, dan Selandia Baru. Bukan hanya tingkat ahli profesional dalam negeri saja yang terancam, namun juga tenaga teknis di berbagai sektor seperti sopir taksi, buruh bangunan, tukang cukur, serta petani lapangan.
AFTA adalah mimpi buruk bagi industri manufaktur, eksportir dan bisnis lainnya, serta sektor tenaga kerja yang belum siap. Akibatnya, bukan hanya tidak bisa memenetrasi pasar, tetapi orang lain akan mengambil pasar domestik milik kita. Ketakutan itu perlu dan manusiawi. Saya rasa ini tak berlebihan. Rencanakan yang terbaik, bersiap untuk kondisi terburuk.

Lalu apa yang musti dilakukan untuk menghadapi AFTA ?

Secara personal, yang dapat dilakukan adalah mengembangkan basis kompetensi yang anda dimiliki. Sebagai pekerja di suatu perusahaan, anda harus mengembangkan Skill-Knowledge-Attitude (SKA). Di samping itu perlu juga meningkatkan Speed-Stamina-Accuracy (SSA). Jika anda seorang buruh pun, ini juga sangat penting. Vietnam mempunyai buruh yang lebih murah dari Indonesia. Filipina mempunyai kelebihan dalam bidang jasa. Peningkatan personal sangat penting untuk persaingan personal nantinya.

Jika anda pelaku industri menengah (IKM) dan Usaha Kecil Menengah (UKM), maka ada tiga hal yang harus dipersiapkan, seperti SDM, Kualitas Produk, serta Legalitas Izin dan Merek. Selain itu, sebagai entrepreur, ada tigas aspek yang bisa digunakan untuk menghadapi persaingan, yaitu :
1.       Peluang : mencermati kebutuhan pasar yang belum dipenuhi oleh produsen-produsen yang sudah ada.
2.       Diferensiasi : membuat perbedaan dibanding pesaing yang sudah ada, agar lebih dipilih oleh target pasar.
3.       Fokus : tidak semua peluang harus ditangkap, yang terpenting apakah bisa memenangi persaingan tersebut. Kuncinya adalah fokus.
Selain itu, sebagai pengusaha, anda harus meminimalisir trial and error. Anda juga harus mampu melihat pangsa pasar dan pangsa pasar ke depan.
Dari kesemuanya itu, kata kuncinya adaah Continous Improvement dan pembentukan mentalitas. Rasa nasionalisme juga perlu.


Tampaknya untuk Tenaga Ahli , Indonesia harus serius menggarap Pendidikan.
Benar.
Kalau kita mengambil dari Data Badan Pusat Statistik (BPS) tentang indikator pendidikan menyebutkan, tahun 2011, Angka Partisipasi Kasar (APK) Perguruan Tinggi tahun 2011 mencapai 17,28%. Indonesia meluluskan 800 ribu sarjana setiap tahun. Saat ini hanya 1 dari 4 anak Indonesia yang berkesempatan masuk ke Perguruan Tinggi. Hal ini diperparah dengan kualitas kelembagaan Perguruan Tinggi itu sendiri, kualitas lulusannya, kualitas risetnya, dan kesiapan dari sisi profesionalisme kerja.
Mutu pendidik juga penting. Tugas Pendidik adalah mengawal kualitas pendidikan, agar mutu pendidikan bisa terjaga. Pembelajaran diarahkan untuk mendorong peserta didik mencari tahu dari berbagai sumber observasi, dan bukan diberitahu, pembelajaran yang diarahkan untuk mampu merumuskan masalah, bukan hanya menjawab masalah, pembelajaran yang diarahkan untuk melatih berpikir analitis dan bukan berpikir mekanistis, serta pembelajaran yang menekankan pentingnya kerjasama dan kolaborasi dalam menyelesaikan masalah.
Dari sekian banyak kelemahan (lembaga pendidikan, budaya, sikap mental, entrepreneurship, kesanggupan bersaing, soft skill dan lain sebagainya), yang menyedihkan adalah belum adanya kebijakan yang terintegrasi dari hulu ke hilir penyiapan Sumber Daya Manusia Indonesia. Rangkaian  penyiapan Sumber Daya Manusia Indonesia yang berkualitas harus terintegrasi, estafetnya harus tegas, dan kualitasnya harus terus meningkat mulai dari hulu hingga hilir.

Bagaimana Pengembangan SDM dalam kerangka AFTA ?

“Penguatan SDM dalam kerangka AFTA, yaitu dengan pemetaan mutu, analisis kebutuhan mutu serta perbaikan mutu untuk menyusun standar pendidikan. Kemudian keterampilan seperti apa yang diperlukan lulusan perguruan tinggi untuk menghadapi AFTA. Ada lima keterampilan yang harus dipenuhi, yaitu : kemampuan berkomunikasi secara verbal, kolaborasi, profesional di bidangnya, mampu menulis dengan baik, serta kemampuan untuk memecahkan masalah.”, -Prof. Suyanto, Ph.D-
Jika dalam konteks kewirausahaan, mengembangkan pola pikir (mindset) berwawasan AFTA kesocial business. Ada 4 AFTA mindset yang harus dikembangkan, yaitu pertumbuhan ekonomi, kemajuan sosial, produksi dengan penghapusan hambatan perdagangan, dan foreign direct investment (FDI), di mana keempatnya akan mendukung social business.

**

Dalam kesempatan Pelatihan Pelaksana Konstruksi Jalan. Saya sempat berbincang dengan salahsatu Pejabat Balai Pendidikan dan Pelatihan Kementerian PU (saya lupa namanya). Awalnya ngobrol biasa saja, sampai pada saat saya menanyakan tentang substansi AFTA 2015. Dengan mimik serius dia menjawab, “Indonesia kalah persiapan dibanding negara lain. Ini fakta. Makanya kita berkerja keras untuk (pelatihan) ini. Kami tidak mau kalian cuma jadi penonton.



http://sastrasipilindonesia.wordpress.com/2014/01/24/seputar-afta-asean-free-trade-area-tahun-2015/